Kota Jambi

Sy Fasha Dianugerahi Penghargaan Astha Hannas

LAMPUKUNING.ID, JABAR – Wali Kota Jambi, Sy Fasha, dianugerahi penghargaan bergengsi atas jasa dan kiprahnya sebagai kepala daerah yang sukses membangun kapasitas ASN.

Dia dianugerahi Penghargaan Kehormatan Bintang Astha Hannas (Revolusi Mental) oleh Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia (PKBI) Astha Hannas.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian upacara penutupan Pendidikan dan Pelatihan Revolusi Mental, dalam rangka peningkatan kapasitas ASN di lingkup Pemkot Jambi, di Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia Astha Hannas, Binong, Subang Jawa Barat, 25 Oktober lalu.

Fasha merupakan Wali Kota Pertama di Indonesia yang menerima penghargaan itu. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Kampus PKBI, Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS. Upacara penganugerahan dilakukan dengan prosesi tradisi pedang pora. Fasha dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas penghargaan tersebut.

“Semoga selama dikampus ini dan setelah mengikuti pendidikan revolusi mental akan ada perubahan mindset ASN agar menjadi lebih baik lagi dalam melayani masyarakat di Kota Jambi,” kata dia.

Menurutnya, revolusi mental sebagai bagian penting yang sangat mendasar dalam upaya membawa bangsa Indonesia menjadi negara yang memiliki karakter kuat, jujur dan beretos kerja tinggi.

Sementara itu, Ermaya Suradinata, mengatakan Bintang Astha Hannas adalah penghargaan tertinggi yang dianugerahi oleh kampusnya kepada tokoh yang memiliki komitmen tinggi dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Bintang Astha Hannas adalah penghargaan tertinggi bagi warga negara yang kebetulan adalah pejabat negara, yang mengabdi kepada bangsa lebih didahulukan daripada kepentingan golongan. Penghargaan Bintang Astha Hannas adalah bintang yang tertinggi di lembaga pendidikan ini,” kata dia.

Lanjutnya, diklat Revolusi Mental tersebut merupakan wadah untuk membentuk karakter ASN yang memiliki kualitas dan kapasitas sebagai abdi negara yang  berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

Prof Ermaya juga menjelaskan bahwa ASN yang mengikuti Diklat revolusi mental, akan diberi motivasi oleh para ahli, bagaimana cara kerja untuk mengembangkan inovasi, yang lahir dari kesadaran dalam diri ASN masing-masing.

Diklat yang merupakan salah satu prioritas utama Wali Kota Jambi dalam membentuk ASN Pemkot Jambi itu, diikuti sebanyak 65 orang ASN Pemkot Jambi dari unsur pejabat eselon 2, 3, dan 4. Bahkan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Jambi pun turut menjadi peserta diklat tersebut.

Sebelumnya Pemkot Jambi juga telah sukses mengirimkan ASN dari unsur Camat dan Lurah mengikuti Diklat Revolusi Mental angkatan pertama dan kedua pada tahun 2017 lalu, dengan total saat ini sebanyak 197 ASN Pemkot Jambi telah mengikuti diklat tersebut.

Prosesi penutupan diklat ditandai dengan prosesi penyematan pin brevet Revolusi Mental, kepada para peserta sebagai tanda lulus Diklat Revolusi Mental dan penyerahan kembali secara resmi peserta Diklat dari Prof Ermaya Suryadinata atas nama Lemdiklat PKBI Astha Hannas kepada Fasha.

Turut hadir pada acara penutupan Diklat Revolusi Mental tersebut, Kepala Lemdiklat PKBI Irjen Pol Mudji Santoso, dan jajaran pengurus Kampus (PKBI). (red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2019 Lampukuning.id | PT Raja Media Siginjai

To Top