Mantan Anggota KPU Bungo Menjadi Tersangka

 

Bacaan Lainnya

LAMPUKUNING.ID BUNGO- Setelah menjalani persidangan di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Provinsi Jambi, beberapa waktu yang lalu, akhirnya “M” (59) diberhentikan dari salah satu Anggota KPU Kabupaten Bungo.

Kini “M” mantan anggota KPU bersama “S” Warga Kenali Asam, Kota Jambi, dijadikan tersangka oleh pihak Polres Bungo, Selasa (28/07/2020), status tersangka tersebut berdasarkan dari hasil pemeriksaan secara intensif oleh pihak Kepolisian¬† yang menindak lanjuti adanya laporan dari korban Ir. Ali, dengan nomor laporan Kepolisan bernomor LP/B/66/V/2020 / SPKT / Res Bungo, tanggal 12 Juni 2020 : Pasal 378 KUHPidana Juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-E KUHPidana Dengan ancaman Hukuman Pidana Penjara selama 4 tahun.

AKBP Trisaksono Puspo Aji,S.I.K.,M.Si melalui Waka Polres Bungo KOMPOL. Yudha Pranata,S.I.K,SH mengatakan saat konferensi pers, kedua tersangka berawal dari Ali membawa anaknya berobat ke “S”, pada saat berobat ia becerita kalau dia mencalonkan sebagai anggota Legislatif DPRD Provinsi Jambi Dapil 5 meliputi Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo.

Pada saat itu “S” menyampaikan dia bisa membantu memenangkan Ali karena dia dekat dengan orang KPU yakni “M”¬† dia pernah menjadi Tim sukses Bupati Tebo, terpilih, sehingga Ali merasa tertarik.

Selanjutnya “S” mempertemukan Ali dengan “M”menjanjikan bisa mencarikan 14.000 suara dari Program keluarga harapan ( PKH) dan meminta uang opersional tim secara bertahap dengan keseluruhan 332 juta.

Penangkapan dan penahanan “M” dan “S” pada hari Senin Tanggal 27 juli 2020 sekira pukul 10:00 WIB, calon tersangka “S” dan “M” memenuhi panggilan penyidik untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan sebagai saksi, setelah dilkukan pemeriksaan lanjutan sebagai saksi, terpenuhinya 2 (dua) alat bukti, dan telah melalui proses gelar perkara 2 orang calon tersangka tersebut ditetapkan sebagai tersangka, kemudian ditangkap selanjutnya dilakukan pemeriksaan (BAP) sebagai tersangka di ruang Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Bungo.

“Pada saat pemeriksaan sebagai tersangka. Kedua tersangka kooperatif, tidak ada melakuan perlawanan dan mengakui perbuatannya. Setelah pemeriksaan tersangka rencananya akan dilanjutkan dengan penahanan 20 hari kedepan”, kata Kompol Yudha Pranata. (Gas)

Pos terkait