Pelaku Mengaku Pakaian, Saat Dibuka Polisi Ternyata ini Isinya

Pelaku Mengaku Pakaian, Saat Dibuka Polisi Ternyata ini Isinya
Kedua Pelaku diamankan di Polrestabes Palembang Jumat (22/10). Foto: mizon/palpos.id

LAMPUKUNING.ID-Satreskrim Polrestabes Palembang kembali berhasil mengungkap tindak pidana  penyelundupan benih lobster.

Dari hasil pengungkapan penyelundupan benih lobster ini, anggota Unit Pidsus pimpinan Kasatreskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi berhasil mengamankan 18 kotak styrofoam.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari palpos, Dimana setiap kotak terdapat 22 kantong yang masing-masing berisi benih lobster dengan rincian jenis mutiara sebanyak 11.000 ekor, dan lobster pasir 87.620 ekor dengan total 98.620 ekor benih lobster. Jika dikonversikan ke rupiah Rp15.343 miliar

Turut diamankan juga dua pelaku
yakni Ferdi (26) dan Dani (32).  Keduanya warga Kota Lubuk Linggau ini ditangkap saat membawa mobil Innova Nopol BG 1107 B berisi ribuan benih lobster.
“Benar, kedua pelaku kita amankan saat melintas di kawasan Jalan Musi 2 Palembang, Kamis (21/10) malam,” kata Kompol Tri Wahyudi saat press rilis, Jumat (22/10).

Ribuan baby lobster ini, kata Tri, dibawa pelaku dari daerah Indralaya dengan tujuan Kota Lubuklinggau.

“Menurut pengakuan pelaku, mereka hanya disuruh mengantar dengan upah Rp.2 juta. Tapi kita masih mengintrogasi pelaku untuk melakukan pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Karena perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan. “Ancamannya pidana penjara selamq 8 tahun,” pungkasnya.
Sementara, pelaku Ferdi berkilah tidak mengetahui jika barang yang dibawanya tersebut benih lobster yang terlarang.

“Saya sempat tanya apakah barang di dalam kotak itu narkoba, kata orang itu bukan, isinya pakaian berupa baju,” ujar Ferdi mengaku sebagai sopir travel.

Karena percaya, lantas pelaku bersedia mengantar barang tersebut dengan kesepakatan upah Rp.1 juta dibayar dimuka, dan Rp.1 juta dilunasi saat sampai ke tujuan di Lubuk Linggau.

“Saya tidak menyangka bakal seperti ini. Saya hanya mengharapkan upah untuk menafkahi keluarga, setahu saya yang dibawa adalah paket pakaian bukan barang terlarang,” ucapnya.
“Kalau saya hanya menemani Ferdi, katanya mau ngantar paket pakaian dari Indralaya ke Lubuklinggau,” kata Dani. (**) 

Sumber :palpos.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *